Mengenai Saya

Foto saya
purworejo, jawa tengah, Indonesia

Sabtu, 13 Juli 2013

MANAJEMEN PEMBIAYAAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Sekolah adalah sebuah aktifitas besar yang di dalamnya ada empat komponen yang saling berkaitan. Empat komponen yang di maksud adalah Staf Tata laksana Administrasi, Staf Teknis pendidikan didalamnya ada Kepala Sekolah dan Guru, Komite sekolah sebagai badan independent yang membantu terlaksananya operasional pendidikan, dan siswa sebagai peserta didik yang bisa di tempatkan sebagai konsumen dengan tingkat pelayanan yang harus memadai. Hubungan keempatnya harus sinergis, karena keberlangsungan operasioal sekolah terbentuknya dari hubungan “simbiosis mutualis” keempat komponen tersebut karena kebutuhan akan pendidikan demikian tinggi, tentulah harus dihadapi dengan kesiapan yang optimal semata-mata demi kebutuhan anak didik.

CIRI, PERWUJUDAN, JENIS, PENDEKATAN DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR




                                                                              BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
         Belajar pada hakikatnya adalah suatu proses menuju hal yang belum anak ketahui dengan cara berinteraksi dengan lingkungan belajar yang sengaja diciptakan maupun lingkungan secara alami. Disanalah anak akan mendapatkan pengalaman-pengalaman yang akan membentuk suatu konsep dalam pikiran anak itu sendiri. Ada beberapa ciri-ciri yang menandakan bahwa seorang anak telah melakukan aktivitas belajar yaitu diantaranya akan terjadi perubahan tingkah laku pada diri anak yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; perubahan yang terjadi merupakan buah dari pengalaman yaitu interaksi antara dirinya dengan lingkungan; dan perubahan tersebut relative menetap.
         Serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada anak untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman disebut Pembelajaran. Di sinilah, pendidik merancang tentang strategi, materi, media, lingkungan belajar, tujuan serta kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk belajar bagi anak. Pembelajaran yang menyenangkan dan melibatkan keaktifan anak serta adanya permainan di dalamnya akan membuat proses belajar menjadi aktif dan tidak membosankan. Lebih dari itu, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh anak akan bertahan lama dan membentuk konsep pada diri anak bahwa belajar adalah hal yang asyik dan menyenangkan.